Kelaparan

Hari sabtu malam saya melihat berita di salah satu stasiun TV swasta yang menurut saya sangat-sangat mengejutkan, menyedihkan sekaligus ironi dengan keadaan Negara ini yang katanya negeri kaya raya. Seorang ibu hamil dan anaknya yang masih balita tewas karena kelaparan, dan anak yang lainnya-pun sekarat dirumah sakit juga karena kelaparan. Yang sangat mengherankan kok bisa tidak terpantau oleh para pejabat daerah bahwa masih ada masyarakatnya yang masih kelaparan.

Terlihat jelas disini jurang antara pemimpin dan masyarakat dimana anggaran dana yang diberikan untuk para pemimpin begitu besar sedangkan masyarakatnya sendiri masih banyak yang kelaparan. Sungguh hal yang menjijikan, para elit hanya disibukan dengan menjalin kerja sama dengan kaum bermodal saja sehingga mereka lupa apa yang seharusnya mereka lakukan untuk masyarakatnya. Apakah ini bagian dari kekejaman kapitalis sehingga membuat orang-orang yang berhaluan sosialis benci terhadap kapitalis.

Pemerintah berpesta dengan uang dari rakyat, dasar anjing mereka rapat dihotel berbintang, mereka makan direstoran yang mewah, mereka jalan dengan mobil yang indah sedangkan rakyat menderita. Ditempat lain pejabat hura-hura dan bergaya dengan baju dari kaum yang tersiksa merekapun terlena hingga rakyat pun tersiksa.
Perut mereka kekenyangan lalu bahas kelaparan yang ada hanya kebijakan-kebijakan yang jahanam tanpa membuat perubahan, dasar binatang jalang tingkah laku mereka gak jauh berbeda dengan anjing kurapan. Mereka sibuk timbun kekayaan kemudian mereka bahas kemiskinan yang ada lagi-lagi hanya kebijakan yang tidak membuat perubahan. Mau tak mau itulah negeri kita yang tak pernah berubah

Konsep PANCASILA dan BHINEKA TUNGGAL IKA serta pribahasa jawa yang berbunyi GEMAH RIPAH LOH JINAWI itu hanya didalam mimpi. Itu semua hanya symbol-symbol yang tak berarti.

Mereka hanya obral ribuan janji tanpa ada realisasi yang pasti, kata-kata mereka tak berbeda dengan harumnya bau terasi yang busuk tapi bisa membuat kita jadi nafsu makan. Janji-janji mereka bisa membuat kita mati suri, terlena dan dibuai keindahan, jadi sebagai orang yang tersakiti kita wajib untuk berhati-hati dan antipati terhadap semua janji-janji mereka.

Mereka menawarkan berjuta mimpi sama seperti cerita fiksi. Padahal kami tak perlu semua mimpi itu kami hanya mempupnyai keinginan untuk mandiri makan beras sendiri, bekerja di negri sendiri, hidup dengan jaminan ekonomi yang pasti, tak ada kata-kata harga melambung tinggi, tak ada pejabat yang korupsi, dan kami ingin mati tidak hari ini, kami ingin mati saat semuanya menjadi pasti walaupun bukan untuk kami tapi paling tidak berikanlah semua itu untuk anak cucu kami. Kita harus yakin bahwa semua ini pasti bisa kita lalui semua ini bisa berakhir ketika mereka yang menyakiti mati dan berganti.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: